20 Cara Mengecilkan Bounce Rate Pada Blog

By | September 8, 2015

20 Cara Mengecilkan Bounce Rate Pada Blog – Halo pembaca Setia preindo.com. Tahukah Anda apa yang membuat website Anda terlihat ramai pengunjung tapi sepi pembelian dan interaksi? Bounce rate bisa menjadi salah satu alasannya. Tapi apa sih bounce rate? Bounce rate adalah prosentasi Jumlah pengunjung yang langsung meninggalkan website anda ketika dia baru membuka satu halaman. Biasanya nilai Bounce Rate bisa diketahui melalui berbagai program statistik. Salah satunya adalah Google analytics. Nilai Bounce Rate tentu saja harus dikecilkan. Sebab sebagai pemilik website, kita pasti berharap agar pengunjung betah berlama lama untuk melihat lihat halaman lain di website kita. Berikut adalah 20 faktor yang mempengaruhi nilai Bounce Rate berdasarkan data yang didapat pada beberapa contoh toko online.

20 Cara Mengecilkan Bounce Rate Pada Blog

  1. Kurangi iklan website lain

Iklan akan mengarahkan pengunjung keluar dari website Anda yang mana artinya sama dengan Bounce Rate. Maka jangan terlalu banyak memasang komponen iklan pada website anda. Kalau perlu, maka pastikan setiap iklan tersebut menguntungkan anda.

  1. Cantumkan informasi yang jelas

Seringkali kita malas menulis sehingga informasi yang kita sampaikan di website jadi kelihatan setengah setengah. Jangan sampai ini terjadi. Cantumkan informasi sedetail-detailnya. Mulai dari gambar, deskripsi, harga untuk toko online, sampai kontak anda. Selain menunjukkan keseriusan Anda, pada dasarnya memiliki website sama dengan mempengaruhi pengunjung melalui informasi.

  1. Berikan konten yang original.

Bila web profil anda punya blog, baik untuk SEO, dan sebagainya. Maka ketika rilis artikel hindari plagiarisme. Usahakan semaksimal mungkin agar artikel yang anda rilis merupakan artikel buatan sendiri, begitu pula dengan konten gambar. Usahakan merupakan hasil jepretan anda sendiri. Plagiarisme sangat berpengaruh pada kredibilitas bisnis anda.

  1. Hindari keyword yang nyasar

Bayangkan bila anda shooting melalui Google. Kemudian ketika mengklik Salah satu hasil, anda justru diarahkan ke pepesan kosong, yaitu website yang isinya sama sekali tidak berkaitan dengan keyboard yang anda cari. Tentu anda merasa sebal bukan? Nah, itulah alasan Kenapa anda tidak boleh memperlakukan pengunjung Anda seperti ini. Jangan cantumkan keyword yang sama sekali tidak relevan.

  1. Sediakan navigasi website

Sediakan navigasi pada header dan footer agar pengunjung tahu di mana dan apa yang harus dilakukan untuk menuju halaman lainnya pada website anda. Sebab Bounce Rate juga bisa terjadi bila pengunjung sudah tidak tahu harus kemana lagi.

  1. Perbaiki desain website

Triknya adalah memposisikan diri anda sebagai pengunjung. Anda akan tahu desain Seperti apakah yang mereka butuhkan. Apakah rapi, atau warnanya Selaras, ataukah berdasarkan kenyamanan, dan lain sebagainya.

  1. Kecepatan akses

Mari kita berkaca dari Amazon. Jeff bezos yang merupakan founder amazon.com, Rupee menggelar sesi coffee morning dengan tema untuk membandingkan kecepatan website mereka dengan kompetitor. Sebab dia sadar bahwa jika website merupakan senjata utama Amazon, maka kecepatan merupakan ujung tombaknya.

  1. Kecilkan ukuran file gambar

Kaitanya dengan kecepatan, selain kemampuan server dan kecepatan koneksi internet user, ada juga beberapa hal yang bisa dimaksimalkan dari sisi konten. Salah satunya adalah mengecilkan ukuran file dan resolusi gambar produk, printer, dan komponen lain yang anda Tampilkan pada website.

  1. Kurangi fitur yang tidak penting

Masih juga berkaitan dengan kecepatan. Salah satu yang dapat mempengaruhi nya secara tidak Anda sadari adalah pemasangan script atau wechat eksternal yang mungkin tidak benar-benar anda butuhkan. Misalnya efek salju, ganti cursor, background besar. Konsultasikan dengan programmer untuk mendapat saran saran yang sifatnya teknis lainnya.

  1. Jadikan konten anda lebih mudah dibagikan.

Mengimplementasikan fitur berbagi di sosial media dapat mengurangi Bounce Rate tanda sebanyak satu persen. Meskipun seolah kecil sekali nilainya, tombol sharing akan membantu pembaca anda untuk membagikan dan merekomendasikan halaman Anda kepada jaringan mereka yang mana artinya pengunjung Baru.

  1. Hindari pop up

Jendela yang muncul setiap kali user mengunjungi halaman website Anda bisa sangat mengganggu user experience.

  1. Jadikan website Anda responsive

Ketika website Anda tampil dengan baik di Mozilla Firefox dan Google Chrome, namun tidak bisa ditampilkan dengan baik di Internet Explorer, anda mungkin akan Mendulang Bounce Rate. Meskipun IE sudah tidak populer, nyatanya masih banyak yang pakai.

  1. Jadikan website Anda responsif pada mobile

Selain berbagai browser, website Anda juga harus bisa tampil dengan lebih baik di layar mobile atau smartphone.

  1. Gunakan tehnik lazy load untuk konten luar

Lazy load adalah teknik menunda sebuah proses loading objek sebelum obyek tersebut benar-benar dibutuhkan. Misalnya di mashable. Anda akan menemukan Bagaimana halaman mereka bisa ditampilkan hampir secara instan.

  1. Perbesar kotak pencarian anda

Website sekarang ini begitu terbiasa dengan fitur search sebagai jalan pintas cepat untuk mengakomodasi apa yang mereka cari. Ketika mereka kesulitan menemukan fitur search di website Anda, maka Mereka cenderung Bounce Rate dari website anda.

  1. Cek klik pattern di website anda

Gunakan Google analytics untuk melihat rata rata klik pada content di halaman website anda. Anda akan menemukan bagian mana yang paling banyak diklik dan bagian mana yang sepi impresi. Manfaatkan bagian yang paling banyak diklik untuk menampilkan apa yang ingin anda sampaikan kepada pengunjung.

  1. Gunakan judul atau headline yang singkat padat dan jelas

Seringkali ketika bakat menulis anda sedang berkembang, anda cenderung membuat judul tulisan yang melebar ke mana mana. Maka asah lagi kemampuan Anda agar anda dapat mengkomunikasikan semua kekerasan di artikel anda hanya dalam tujuh kata.

  1. Kontras warna

Kontras antara warna font dengan background dapat membuat cerita yang membosankan menjadi lebih menarik. Apabila keterbacaan huruf di halaman anda baik, maka pengunjung semakin betah membaca artikel anda.

  1. Pisahkan Posting yang panjang.

Karena tingkat stres yang semakin tinggi dewasa ini orang orang cenderung punya durasi perhatian yang lebih singkat dari pada masa lalu. Maka ketika mereka melihat long post atau artikel yang terlalu panjang, Mereka cenderung langsung mengabaikannya karena takut Waktu mereka akan tercipta ketika membaca artikel anda.

  1. Pastikan external link terbuka pada jendela baru

Artinya Ketika seseorang mengklik Link yang mengarahkan keluar, pastikan mereka membukanya Tita Baru. Sehingga website anda tetap terbuka dan mereka bisa kembali kapan saja untuk mengamati website anda. Jika anda tidak melakukannya, Anda mengirimkan traffic Anda pada blogger lain daripada membagi traffic Anda pada mereka.

Lalu, Bagaimana dengan anda? Bukankah traffic tinggi adalah hal yang penting anda inginkan dari adanya website dan blog. Terlebih saat ini sedang membangun bisnis online dengan website. Nah, dari 20 keterangan di atas, Semoga dapat memberikan inspirasi dan juga solusi untuk mengatasi masalah Bounce Rate pada website anda.

Artikel Terkait Yang Perlu Anda Baca:

20 Cara Mengecilkan Bounce Rate Pada Blog was last modified: September 8th, 2015 by admin